Beberapa tahun lalu, bersepeda merupakan aktivitas yang menjadi primadona. Tetapi belakangan ini, lari lah yang sedang digemari oleh banyak kalangan.

Anda tertarik untuk menekuni salah satu di antaranya? Jangan sekadar mengikuti tren, pilih jenis olahraga yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beberapa poin di bawah ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum ambil keputusan.

1. Jumlah Kalori yang Dibakar
“Lari dan bersepeda adalah jenis latihan kardio yang sama baiknya,” kata Hirofumi Tanaka, profesor di bidang Kinesiologi serta direktur di lembaga Cardiovascular Aging Research Laboratory, di University of Texas, Amerika.

Meski demikian, menurut Dr. Tanaka, jumlah kalori yang dibakar ketika berlari lebih banyak dibandingkan bersepeda.

Berdasarkan data American College of Sports Medicine, seseorang dengan berat badan 75 kg bisa membakar 1000 kalori dengan cara berlari.

Sedangkan jumlah kalori yang terbakar saat bersepeda hanya 850 kalori. Juaranya:lari.

2. Risiko Cidera
Beda dengan lari, bersepeda adalah jenis latihan kardio yang tidak melibatkan upaya untuk menahan beban.

“Saat berlari, kedua kaki Anda juga harus sekaligus menopang berat badan sepanjang perjalanan. Karenanya, risiko menderita cidera saat berlari lebih besar dibandingkan apabila Anda bersepeda,” kata Dr. Tanaka.

Itu sebabnya, bersepeda  adalah kegiatan yang lebih aman untuk persendian kaki, terutama lutut.

Anda yang memiliki berat badan berlebih atau pernah mengalami cidera menetap pada kaki disarankan untuk tidak melakukan lari dan memilih bersepeda atau berjalan kaki saja. Juaranya:bersepeda.

3. Mengikis Nafsu Makan
Selain ampuh membakar kalori, olahraga juga dapat mempengaruhi produksi hormon yang mempengaruhi nafsu makan yaitu ghrelin dan peptide YY.

Ghrelin adalah jenis hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan, sedangkan peptide YY adalah hormon yang berperan menekan selera makan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Loughborough University, Inggris, latihan kardio selama 60 menit dapat menurunkan kadar hormon ghrelin dan meningkatkan kadar peptide YY di dalam darah.

Jika melakukan olahraga  angkat beban selama 90 menit, Anda hanya akan mengalami penurunan kadar hormon ghrelin saja.

Berhubung berlari dan bersepeda adalah jenis latihan kardio yang baik, maka Anda bisa mendapatkan manfaat penurunan nafsu makan yang sama kuat dengan melakukan kedua jenis olahraga tesebut. Juaranya: imbang.

4. Biaya Olahraga
Seperti jenis olahraga   apa pun, lari dan bersepeda sama-sama memerlukan modal untuk dapat melakukannya secara total.

Untuk berlari, Anda perlu memiliki sepatu lari yang perlu diganti secara berkala.

Begitu pula dengan bersepeda, Anda tentu perlu memiliki (jika tidak bisa meminjam) sepeda yang spesifikasinya mampu mendukung aktivitas Anda.

Tetapi, secara garis besar, menurut Fell, aktivitas bersepeda membutuhkan biaya yang lebih besar daripada berlari.

Harga sepeda kualitas jempolan bisa puluhan kali lipat lebih mahal dibandingkan sepatu lari standar.

“Itu masih belum ditambah berbagai aksesori seperti kostum bersepeda, tempat minum, helm, pompa sepeda, dan lain-lain,” kata Fell. Juaranya:lari.

 

jadi, yang mana pilihan anda?

 

sumber:http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/05/mana-yang-lebih-baik-lari-atau-bersepeda?page=3