Diet dan olahraga adalah dua pilar kuat dalam skema gaya hidup sehat. Namun kenyataannya, ini tidak berarti diet dan olahraga punya porsi kepentingan yang sama dalam cita-cita menurunkan berat badan, risiko penyakit atau bahkan usia maksimal hidup Anda.

Dalam ‘pertempuran’ di kepala, penelitian menunjukkan bahwa apa yang Anda makan akan mengalahkan berapa banyak Anda bergerak.

“Bahkan jika Anda tidak berolahraga, jika Anda makan dengan baik, tubuh Anda bisa terlihat seperti atlet dan sehat,” kata Todd Astorino, ahli olahraga dari University of California. Namun jika diet Anda buruk maka tidak ada satu jenis latihan pun yang bisa membantu Anda untuk memperbaiki tubuh.

Dilansir dari Prevention, ada sebuah editorial baru yang muncul dalam jurnal BMJ yang menanggapi komentar Astorino itu. Mereka berpendapat bahwa keyakinan akan olahraga bisa memperbaiki pola makan yang buruk adalah satu kesalahan terbesar yang dipikirkan banyak orang.

“Pendapat bahwa Anda bisa makan apa yang disukai selama Anda terus berolahraga adalah pendapat yang menyesatkan dan tidak ilmiah,” kata Aseem Malhotra, ahli jantung di London serta salah satu penulis editorial. “Anda tidak bisa lari dari diet yang buruk.”

Dalam editorial yang dituliskan Malhotra, selama 30 tahun terakhir, tingkat aktivitas fisik manusia tak banyak berubah. Ironisnya, justru tingkat obesitas dan diabetes makin meroket. Bahkan belakangan banyak atlet yang justru menyedot minuman olahraga dan minuman manis lainnya karena mereka percaya kalau tubuh membutuhkan sumber energi dari gula untuk bisa berolahraga. Hal ini justru berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe dua.

Lalu mana yang lebih penting antara diet dan olahraga? Dari semua bukti justru lebih mendukung pentingnya melakukan diet tepat dibanding olahraga. Dalam sebuah laporan terbaru di jurnal Obesity mengungkapkan bahwa olahraga teratur setiap hari, tanpa dikombinasikan dengan perubahan diet yang sesuai, jarang sekali membuat penurunan berat badan yang signifikan. Bahkan faktanya, justru memicu penambahan berat badan.

Di sisi lain, banyak penelitian telah menghubungkan adanya perubahan diet yang sesuai untuk menurunkan berat badan dan risiko rendah terserang penyakit ternyata lebih mujarab, terlepas dari kebiasaan olahraga seseorang.

Jadi idealnya, perbaikilah pola makan Anda terlebih dulu agar bisa hidup sehat dan langsing. Setelahnya baru kombinasikan dengan melakukan berbagai aktivitas fisik yang teratur. “Untuk mengoptimalkan kesehatan, beberapa aspek dari latihan olahraga juga harus disertakan,” kata Astorino.

Namun jika Anda tetap bertanya-tanya mana lebih penting dan utama ketika Anda ingin diet, maka Maholtra mengatakan dengan tegas untuk lebih fokus pada diet.

 

sumber:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150429061217-255-49922/diet-vs-olahraga-mana-lebih-penting-turunkan-berat-tubuh