Sarapan biasanya dilakukan pukul 7 pagi, makan siang pukul 12 siang dan makan malam pukul 6 sore. Mengapa pengaturan jam makan menjadi sesuatu yang penting?

Menurut nutrisionis Susie Burrell, tubuh memiliki periode dalam mencerna makanan. Selain itu, tubuh juga punya waktu sendiri untuk istirahat. Maka dari itu, jika Anda ingin tetap sehat maka penting untuk mengatur jam makan.

“Tubuh manusia diatur menurut ritme sirkadian, ini berarti proses fisiologis dasar kita, termasuk hormon, dikendalikan menurut jam tubuh selama periode 24 jam,” ujar Burrell, seperti dikutip dari Body and Soul.

Ini artinya tubuh ‘diprogram’ untuk dilewati tanpa makanan (misalnya pada malam hari) dan ada kalanya tubuh berada pada fase mencerna dan metabolismenya sedang tinggi.

“Jika misalnya kita bekerja shift malam dan makan, maka tubuh tetap terprogram agar tidak membakar energi terlalu banyak dan cenderung menyimpannya,” imbuhnya.

Menurut Burrelle, untuk memanfaatkan metabolisme alami tubuh maka sebaiknya lakukan sarapan sepagi mungkin. Sarapan di pukul 9 atau 10 pagi disebutkan Burrelle sudah agak terlambat. Idealnya sarapan dilakukan pada pukul 7 atau 8.

Saat sudah sarapan di waktu tersebut, hindari terlambat makan siang karena dapat membuat Anda kekurangan energi. “Jika mau Anda bisa ‘memecah’ makan siang menjadi dua kali dalam porsi lebih kecil. Satu kali di pukul 11-12 siang, waktu berikutnya pukul 2-3 sore,” tutur Burrelle.

Jangan lupa perhatikan jam makan malam Anda. Burrelle menganjurkan Anda untuk makan kurang dari pukul 8 malam. Ini supaya tubuh punya cukup waktu untuk mencerna. Anda juga bisa menikmati camilan di pukul 3-4 sore, kemudian disusul dengan makan malam porsi kecil di pukul 7 malam.

 

sumber:https://health.detik.com/diet/d-3554345/jam-sarapan-makan-siang-dan-malam-yang-dianjurkan-ahli-gizi