Salah satu latihan kardio yang baik dilakukan adalah bersepeda, selain lari atau olahraga lainnya.

Bila kita enggan bersepeda di luar ruangan karena tak ada waktu khusus atau tak mau terpapar debu dan polusi, maka pilihan terbaik adalah melakukannya di atas sepeda statis di dalam ruang.

Selain dapat mengencangkan beberapa bagian tubuh, membakar kalori serta lemak, dan melangsingkan, bersepeda rutin juga dapat membantu menjaga kadar gula darah, kolesterol, risiko penyakit jantung.

Manfaat lainnya juga bisa didapat bagi pengidap artritis karena minim risiko cedera pada sendi.

Namun, yang perlu diingat, hindari bersepeda saat mengalami sakit punggung atau sakit lutut.

Kemudian atur sadel agar nyaman ketika bersepeda, sebab memasang sadel terlalu tinggi atau rendah malah menimbulkan nyeri pada lutut.

Selain itu, ada pula beberapa kekhawatiran terutama untuk perempuan soal bersepeda.

Yang paling sering adalah takut betisnya berotot dan pegal di bagian bokong.

Benarkah begitu?

Ternyata tidak. Perputaran pedal yang cepat justru akan membuat kaki kita lebih ramping dan kencang, dan di saat yang sama membangun daya tahan tubuh, demikian menurut instruktur studio SoulCycle dari New York City, Laurie Cole.

Justru bersepeda statis berguna untuk melatih paha depan, betis belakang, paha belakang, dan tubuh, sehingga semuanya jadi lebih kencang.

Alat ini juga pembentuk otot perut yang hebat.

Triknya, saat mengayuh, kunci atau kempeskan perut kita.

“Bayangkan pusar kita tertarik ke otot belakang,” kata Cole.

Soal khawatir bokong menjadi pegal pun, ternyata ada trik khususnya.

Yakni, duduklah jauh ke belakang sadel sambil mengenakan padded cycle pants (bicycle pants dengan bantalan bokong).

Setelah kita meningkatkan kekuatan otot-otot, rasa tak nyaman itu perlahan akan menghilang.

Nah, kemudian soal alas kaki, tentu haruslah aman dan nyaman.

Sepatu apa yang harus dipakai?

Sepatu bersepeda akan terjepit ke pedal, sehingga kita bisa mengangkat tubuh sembari mendorong pedal ke bawah.

Hasilnya, harmstring (otot paha belakang), bokong, dan paha kita akan bekerja lebih efektif.

Tapi, tenang saja, “jika tak punya sepatu bersepeda, pakai sneakers juga enggak masalah,” ujar Cole lagi.

sumber:https://today.line.me/id/pc/article/Bersepeda+Bikin+Betis+Makin+Besar+Itu+Mitos+Ini+Alasannya-jBPo2r