Dalam dunia fitness, ada banyak mitos hingga kesalahpahaman yang terkadang dipercaya baik untuk kesehatan. Rutinitas olahraga di pusat kebugaran yang selama ini dijalani belum tentu benar adanya. Berikut beberapa mitos dan fakta fitness yang kerap dipercayai.

Mitos #1 Menjaga bentuk tubuh, harus latihan beban sekali atau dua kali seminggu.
Fakta: Jumlah di atas tidaklah cukup. Secara teknis, aktivitas fisik harus dilakukan setiap hari, meski hanya bergerak. Semakin banyak kita duduk dan diam, maka semakin banyak pula gerakan yang harus dilakukan. Untuk program latihan yang terstruktur, minimal dilakukan tiga hari dalam seminggu.

Mitos #2 Waktu olahraga terbaik adalah pagi hari.
Fakta: Yang terpenting adalah konsistensi. Baik pagi, siang maupun malam, jadikanlah sebagai kebiasaan rutin dan manfaatnya akan sama-sama baik. Anggapan olahraga dilakukan terbaik di pagi hari tercetus karena tubuh cenderung membakar kalori lebih cepat ketimbang malam hari.

Mitos #3: Latihan beban mengubah lemak menjadi otot. 
Fakta: Lemak tidak bisa diubah menjadi otot, karena secara fisiologi, keduanya adalah jaringan yang berbeda. Latihan beban membantu membangun serat otot yang diselimuti sel lemak. Untuk mengikis lemak, diperlukan diet makanan sehat dan bersih.

Mitos #4:  Permainan dan teka-teki adalah latihan otak terbaik.
Fakta: Studi terbaru dari riset kesehatan mental dan Harvard Medical School menunjukkan aktivitas yang meningkatkan detak jantung, membuat tubuh bergerak dan berkeringat untuk periode waktu tertentu secara signifikan akan meningkatkan kerja otak.

Mitos #5: Olahraga adalah cara terbaik menurunkan berat badan.
Fakta: Para ahli mengatakan berolahraga tidak berkaitan langsung dengan membakar lemak. Penurunan berat badan juga terjadi lewat pola makan. Dalam hal ini peneliti Philip Stanforth dari University of Texas mengatakan untuk urusan berat badan, pola makan lebih berpengaruh daripada olahraga.

Mitos #6: Cara terbaik mendapatkan 6-pack dengan sit-up.
Fakta: Sit-up hanya melatih beberapa bagian otot perut, sedangkan gerakan plank melatihnya secara keseluruhan. Untuk mendapatkan 6-pack, seluruh bagian otot harus dilatih secara merata. Selain plank, ada banyak gerakan latihan otot perut yang baik untuk mengencangkan, menguatkan dan menjadikannya tetap fleksibel.

Mitos #7: Latihan beban hanya untuk pria.
Fakta: Latihan beban bertujuan untuk memperkuat otot dan tidak ada hubungannya dengan gender. Wanita memproduksi lebih sedikit hormon testosteron ketimbang pria, dan hal itu yang menyebabkan pria menjadi lebih berotot ketimbang wanita setelah rutin latihan beban.

Mitos #8: Tubuh jadi tidak berbentuk jika tidak dilatih dua minggu.
Fakta: Pada banyak kasus, otot tubuh manusia akan kembali relaks dalam waktu seminggu jika tidak dilatih. Jika berhenti dilatih, tubuh akan kembali ke kondisi semula, dan membutuhkan kurang lebih seminggu untuk menguatkan otot-otot kembali.

Mitos #9: Lari maraton adalah cara terbaik menjaga tubuh tetap fit.
Fakta: Lari maraton memerlukan kesiapan fisik yang baik dan perlu dilatih secara rutin. Berlari cepat selama lima hingga 10 menit setiap harinya akan memberikan manfaat yang sama. Riset juga membuktikan konsistensi latihan lari secara singkat setiap hari manfaatnya sama dengan latihan lari yang berat namun dilakukan sesekali saja.

Mitos #10: Minuman olahraga baik untuk mengganti cairan tubuh setelah berolahraga.
Fakta: Produk-produk minuman seperti ini sebenarnya hanya terdiri dari campuran air dan gula. Yang terbaik setelah berolahraga adalah minum air mineral dan camilan tinggi protein seperti yang dipaparkan oleh Shawn Arent, peneliti olahraga dari Rutgers University.

sumber : www.cnnindonesia.com