Anda tentu pernah mengalami kesemutan setelah duduk bersila dalam jangka waktu yang lama. Hal itu disebabkan oleh salah satu anggota tubuh mengalami tekanan dalam waktu lama sehingga aliran darah ke saraf terhambat. Contoh lainnya adalah kesemutan pada tangan yang terjadi jika Anda tidur dengan posisi kepala menindih tangan.

Kesemutan atau parastesia jenis ini merupakan kesemutan yang bersifat sementara. Biasanya kondisi tersebut akan pulih jika Anda membebaskan area tubuh yang kesemutan dari tekanan, seperti misalnya meluruskan kaki.

Hal ini dapat membuat aliran darah kembali lancar dan area tubuh yang kesemutan tadi akan kembali perlahan. Kesemutan juga dapat terjadi jika ada penekanan saraf pada leher dan tulang belakang yang menyebabkan saraf terjepit.

Selain itu, kesemutan bisa juga terjadi karena keadaan psikologis Anda, misalnya ketika Anda sedang mengalami stres berat atau mengalami hiperventilasi, yaitu kondisi dimana Anda bernapas terlalu cepat karena cemas atau dalam keadaan panik.

Zat-zat beracun yang tak sengaja masuk ke dalam tubuh Anda juga dapat menyebabkan kesemutan. Zat-zat tersebut di antaranya adalah merkuri, talium, timbal, arsen, dan beberapa bahan kimia industrial lainnya. Faktor lain yang dapat menyebabkan kesemutan adalah kekurangan asupan nutrisi akibat pola makan yang buruk, kekurangan vitamin B dan kalsium.

Meskipun yang umumnya terjadi adalah kesemutan bersifat sementara, Anda perlu mewaspadai apabila kesemutan yang Anda alami berkepanjangan. Hal ini dapat terjadi jika terjadi cedera pada saraf seperti pada penyakit Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau sindrom lorong kapal.

Penyakit CTS terjadi ketika saraf medianus (saraf pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) terjepit dan salah satu gejalanya adalah kesemutan. Selain itu, terdapat penyakit lain yang bisa berkaitan dengan munculnya kesemutan, salah satunya adalah diabetes.

Salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena kesemutan adalah Guillain-Barre Syndrome (GBS)Penyakit ini merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Salah satu pemicunya adalah virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Dalam keadaan normal, tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan virus dan bakteri. Namun dalam kasus penyakit GBS, antibodi justru menyerang saraf dan menjalar keseluruh tubuh. Gejala yang terjadi adalah kesemutan yang terjadi pada ujung kaki dan tangan lalu selama beberapa hari kesemutan tersebut menyebar ke seluruh tubuh.

Akibatnya, terjadi kerusakan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan melemahkan otot pernapasan. Pada kasus GBS, kematian yang terjadi umumnya karena gagal pernapasan.

Karenanya, jangan sekali-kali membiarkan kesemutan yang Anda alami jika terus-menerus terjadi. Anda harus memahami darimana asal kesemutan tersebut. Anda dapat mengetahui penyebabnya dengan pergi ke dokter dan menjalani beberapa tes, seperti tes darah, tes elektromiogram, pemeriksaan cairan serebrospinal, tes MRI, dan biopsi saraf.

Setelah Anda mengetahui darimana datangnya kesemutan yang Anda alami, Anda akan lebih mudah untuk mengatur kesehatan Anda. Misalnya, jika kesemutan terjadi karena diabetes maka yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol kadar gula dalam darah dan menerapkan pola hidup sehat.

Salah satu solusi untuk mencegah terjadinya kesemutan adalah rutin berolahraga. Tapi, untuk olahraga berat seperti angkat beban, usahakan agar jangan berlebihan karena justru dapat menyebabkan kerusakan pada saraf.

Selain itu, Anda juga bisa memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung Vitamin B, seperti sayuran dan buah-buahan karena salah satu penyebab terjadinya kesemutan adalah tubuh kekurangan Vitamin B.

Narasumber: dr. Firman Hendrik, SpS, dokter spesialis saraf RS Awal Bros, Tangerang.

sumber : http://www.fitnessformen.co.id/article/6/2017/4035-Penyakit-Ini-Bisa-Timbul-Apabila-Sering-Kesemutan